Penulis dibesarkan di desa yang tandus. Musim kemarau jauh lebih panjang daripada musim penghujan sehingga bila hujan kami sangat senang. Suatu saat sedang turun hujan. Ibu penulis segera mengambil ember-ember untuk menampung air. Anehnya beliau meletakkan ember itu dengan cara yang berbeda-beda. Yang satu tengkurap, yang kedua tengadah tapi berlubang di bawahnya dan yang terakhir tengadah sebagaimana seharusnya. Tentu saja ember pertama tidak terisi air, ember kedua terisi air tetapi lambat laun habis dan ember ketiga terisi air penuh.
Setting User Manager di rb750
10 tahun yang lalu