HOME

Jangan Pernah

Yang Lain

Sabtu, 29 Agustus 2009

Mengenal Penyebab Gejala Ketombe

Mengenal Penyebab Gejala Ketombe Astaga!HidupGaya - Sering garuk-garuk kepala tanpa sadar? Atau Anda mengasingkan semua pakaian berwarna gelap karena malu menghadapi butiran-butiran "salju" yang berguguran di pakaian?

Ketombe memang menggemaskan. Bukan hanya rasa gatalnya membuat kita bernafsu untuk terus menggaruknya, tetapi serpihan-serpihan putih yang mengotori pakaian, sangat mengganggu penampilan kita. Apa 'obat' alaminya?

Tanpa sadar menggaruk-garuk kulit kepala yang gatal karena ketombe, bukan pemandangan yang sedap dilihat. Jika ketombe sudah berhasil kita "pancing", jari-jari kita lalu menjelajahi bagian kepala yang lain, seperti ketagihan.

Ketombe atau dandruff adalah salah satu jenis dermatitis seborrheic ringan, yaitu penyakit pada kulit yang banyak mengandung minyak (seboreik) dan didasari faktor bawaan. Ada dua jenis ketombe, yaitu yang kering berupa sisik-sisik kulit yang beterbangan dan mengotori kulit kepala dan rambut.

Jika pelepasan sel-sel kulit yang sudah mati itu disertai produksi minyak kulit kepala yang berlebihan, makan bakal terbentuk ketombe basah, berupa kerak-kerak berwarna kekuningan dan lengket. Kelainan ini dapat merambat sampai ke bagian yang tak berambut seperti dahi, telinga, cuping telinga dan leher.

Penyakit ini biasa dialami orang dewasa dan lebih banyak pada pria. Umumnya banyak diderita di Indonesia yang beriklim tropis, bersuhu tinggi dan berudara lembab. Factor pemicunya adalah :

1. Pergantian sel kulit ari.
Dalam keadaan normal, lapisan kulit teratas (korneum) akan selalu diganti oleh sel-sel dari lapisan di bawahnya. Hal semacam ini terjadi pada kulit kepala, yaitu sel keratin (sel yang telah mati) akan terlepas, digantikan oleh sel-sel dari lapisan yang lebih bawah. Sel-sel basal pada lapisan basalis (bawah) akan bergerak ke lapisan lebih atas, dan akhirnya sampai pada permukaan kulit. Sel-sel keratin akan membentuk suatu gumpalan dan apabila diameter gumpalan tersebut lebih besar dari 0,2 milimeter, barulah ketombe dapat kita lihat.

2. Mokroorganisme (jasad renik).
Mikroorganisme yang diduga sebagai penyebab ketombe adalah Pityrosporum ovale (P. Ovale) atau Malasezzia furfur. P.Ovale merupakan jamur yang terdapat pada kulit kepala setiap orang dan tidak akan menyebabkan ketombe apabila pertumbuhannya tidak melebihi 47%, jika jamur P.Ovale mencapai 47% timbul ketombe dan gatal di kepala.

3. Produk perawatan kulit seperti sabun, shampoo dan kosmetik yang menyebabkan iritasi pada kulit kepala.
Beberapa jenis sabun, shampoo, kosmetik dan obat-obat tropical diduga berperan memicu timbulnya ketombe. Salah satu bahan yang terdapat pada sabun tertentu, yaitu bahan dari buah Acasia concina (Shikakai), diduga dapat menyebabkan ketombe. Begitu pula penggunaan beberapa minyak rambut, misal yang mengandung minyak kelapa yang merupakan media yang baik bagi tumbuhnya jamur P.Ovale.

4. Makanan.
Lemak memang diperlukan oleh tubuh, tetapi bila dikonsumsi secara berlebihan, lemak tersebut dapat mencapai kelenjar sebasea dan akhirnya menjadi bahan pembentuk sebum. Kurangi konsumsi makanan yang berlemak seperti cokelat, mentega dan kacang.

5. Gangguan hormon.
Hormon juga berpengaruh pada timbulnya ketombe. Adanya ketidakseimbangan hormon berperan dalam timbulnya ketombe.

Beberapa ahli kulit lainnya menyebutkan, stress, infeksi jamur, eksem, terlalu sering meggunakan pengering rambut, kekurangan vitamin B6 dan vitamin C, juga merupakan faktor berkembangnya ketombe.

Gejala-gejala yang timbul biasanya kulit kepala berwarna agak kemerahan dengan batas tidak jelas dan terdapat sisik dari yang halus sampai yang agak kasar dan terlihat agak berminyak dan berwarna putih kekuningan atau merah kekuningan. Kelainan kulit kepala biasanya di kedua sisi kepala menjadi basah, rambut lengket (menggumpal) dan berbau

Senin, 24 Agustus 2009

ketimun Suri segar berkhasiat

Bila Anda ditanya, buah apa yang paling diburu selama bulan ramadhan. Wajar kiranya jika sebagian besar menjawab seragam yaitu buah timun suri. Buah bernama latin Curcumis Lativus ity memang bisa dibilang primadona yang paling dicari sebagai bahan dasar es campur atau sajian khas lain berbuka puasa yang menyegarkan.

Buah berbentuk lonjong dengan warna kulit kuning dan halus itu memang paling banyak dicari terutama saat ramadhan. Bila ditelisik, buah ini memiliki tekstur yang mudah rusak ketika matang, beraroma harum dan daging buah bercitarasa manis serta miliki kadar air yang cukup tinggi sehingga bisa menambah kesegaran selepas berpuasa.

Dibalik keberadaanya yang musiman, buah ini juga mengandung mineral kalium dan provitamin. Serat di dalam timun suri mampu mencegah timbulnya kanker saluran pencernaan, seperti kanker usus dan kolon. Hal ini disebabkan sifat serat timun suri yang mengikat zat-zat karsinogen penyebab kanker yang ada di saluran pencernaan.

Timun suri juga kaya akan provitamin A, berfungsi menjaga kesehatan mata dan sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh penyebab penuaan dini. Vitamin C di dalam timun suri termasuk tinggi. Keberadaan vitamin C inilah yang dapat mencegah timbulnya gangguan penyakit flu dan infeksi. Hal ini disebabkan sifat vitamin C yang berfungsi sebagai anti virus dan pencegah infeksi. Selain vitamin, mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi juga banyak terdapat di dalam timun suri.

Tak hanya itu, kandungan zat gizi dan nir gizi yang terkandung di dalam buah timun suri bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa, dan menurunkan tekanan darah.

Setelah mengetahui beragam manfaat timun suri, sangat disayangkan jika hanya dikonsumsi selama bulan puasa saja. Ada baiknya Anda tetap mengonsumsi buah itu agar terus memperoleh khasiatnya.

Berlalu

HOME